Saya sedang duduk sembari menyeruput secangkir kopi panas yang baru saja saya buat tadi.. Dan tatapan mata saya tertuju kearah kertas-kertas yang saya harapkan tidak pernah usang dimakan waktu, dimana kertas yang menjadi saksi atas terjadinya sebuah hubungan yang menurutmu 'sakral'. Saya berjalan menuju jendela dekat kamar saya, dengan segelas kopi panas ditangan kanan yang masih terisi setengahnya dan kertas-kertas ditangan kiri. "Sebuah Usaha Untuk Melupakanku?" Aku menatap nanar keluar jendela. Melirik sepasang kucing yang kehujanan diluar sana. Hujannya sangat deras. Petirnya amat sangat keras, terdengar sampai ke penjuru kamar saya. Mata saya kembali melirik kertas-kertas itu, sebuah tulisan yang sangat indah yang pernah kamu tuliskan untuk saya. Hari ini, untuk pertama kalinya saya tidak mendapatkan tulisan indah itu. Seketika saya berteriak, suara saya memenuhi seisi ruangan. Tangis saya memecah hujan diluar sana. Mungkin se...
Malam kian larut.... 2 pasang kaki muda mudi menaiki satu persatu anak tangga Menuju tempat paling atas, tempat paling nyaman, tempat dimana tidak ada kegaduhan sedikitpun, dan tempat yang hanya ada Kamu dan Saya. Dipojok kanan sembari duduk diatas benda yang kulihat seperti meja, ya sepertinya memang meja sih, Saya berkata seperti ini, "Dari dulu saya ingin duduk di rooftop bersama pacar saya, seperti di drama-drama Korea atau Indonesia, tapi sayangnya saya tidak pernah menemukan rooftop. Tapi malam ini, kamu yang membantu mewujudkan ingin saya. Kamu yang ada disamping saya. Terimakasih" Lalu dia menatapku dengan tatapan teduhnya, dan dia tersenyum dengan amat sangat manis. Berlangsung selama beberapa detik. Dan dinginnya malam membawaku untuk menikmati aroma tubuhnya dan segala macam percakapan kita. Terimakasih Tuhan yang baik, Saya ingat pernah meminta "Dia" pada tanggal 09 November 2019, malam hari pukul 18:46 WIB Terimakasi...